Pembantai Jamaah Masjid Islamic Cultural Centre Quebec Dikenakan Pasal Berlapis

QUEBEC, (Wartamuslimin.com) — Pria yang dituding merupakan aktor serangan keji di sebuah Masjid Islamic Cultural Centre di Kota Quebec yang membunuh 6 muslim membatalkan sidang pendahuluan dan akan langsung diadili, hal ini diputuskan Senin (02/10) di sebuah Pengadilan Quebec.

Jaksa mengajukan dakwaan langsung untuk mempercepat proses persidangan Andre Bissonnette, yang menghadapi 6 tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan 6 tuduhan percobaan pembunuhan dengan menggunakan senjata terlarang, dilansir dari Anadolu.

Tetapi, Andre Bissonnette, tidak akan menghadapi tuduhan terorisme, kata Jaksa Penuntut Umum, Thomas Jacques.

Dalam hukum Kanada, tidak diperbolehkan adanya dakwaan berupa tuduhan terorisme jika seseorang bertindak sendiri, seperti yang diyakini pihak berwenang seperti misalnya kasus Bissonnette.

“Serangan (lone-wolf) benar-benar tunggal tidak dapat dimasukkan dalam pelanggaran terorisme, yang memerlukan partisipasi atau dukungan dari kelompok atau komisi pelanggaran terhadap sebuah kelompok,” ujar Profesor Hukum Universitas Toronto Ken Roach saat berbicara dengan media Kanada.

Hukuman tuduhan terorisme tidak akan lebih parah jika Bissonnette, 27 tahun, dihukum karena tuduhan pembunuhan tingkat pertama.

Tapi tidak menggunakan tuduhan terorisme tersebut tidak sesuai dengan pandangan Wakil Presiden Pusat Kebudayaan Islam (Islamic Cultural Centre), di mana korban ditembak dari belakang saat mereka sedang menunaikan sholat pada akhir Januari.

“Tindakan teroris ini harus diakui dan dikutuk, sehingga menjadi pelajaran yang kuat bagi masyarakat Quebec, masyarakat Kanada dan … secara global,” pungkas Boufeldja Benabdallah kepada media Kanada.

Namun Jaksa Thomas Jacques mengatakan bahwa pihaknya harus melanjutkan tuntutan hukum dalam kerangka hukum pidana Kanada.

“Semua bukti yang dikumpulkan oleh berbagai pasukan polisi yang terlibat dalam penyelidikan skala besar ini telah dianalisis secara ketat dan tuduhan yang diajukan adalah hasil dari bukti yang dikumpulkan, bukti yang ada dengan undang-undang saat ini di Kanada,” kata Jacques.

Untuk pertama kalinya, lima dari enam perempuan yang menjadi janda akibat penembakan berada di pengadilan dan seringkali menangis, mengutip laporan media Kanada.

Tapi mereka kemudian pergi tanpa berbicara dengan para wartawan.

Bissonnette menghadapi lima tuduhan percobaan pembunuhan, namun Jacques mengatakan pada hari Senin pihaknya mengajukan tuduhan pembunuhan percobaan dengan senjata api yang dibatasi dengan jarak dekat untuk 35 orang, termasuk empat anak, yang mungkin telah terkena tembakan.

Benabdallah mengatakan bahwa dia turut lega dengan tuduhan baru tersebut.

“Mereka terluka secara fisik, moral dan psikologis,” imbuhnya.[NZ]