Menlu Rusia Lavrov Tegaskan “AS Cari Untung Dari Krisis dan Konflik”

MOSKOW, (Wartamuslimin.com) — Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump yang membatalkan kesepakatan nuklir AS-Iran, dengan menegaskan bahwa Washington tidak dapat dipercaya, dan hal ini akan membuat Korea Utara berpikir dua kali untuk melakukan kesepakatan [nuklir] dengan AS.

Saat berbicara di Festival Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Sedunia (World Festival of Youth and Students) di Sochi, Senin (16/10), Sergey Lavrov mengatakan kepada para delegasi bahwa penarikan diri AS dari kesepakatan nuklir Iran telah merusak situasi yang sudah semakin buruk di dunia.

Lavrov membicarakan aksi desertifikasi Trump dan Washington terhadap Korea Utara dengan mengutuk AS yang mengatakan bahwa AS “mengejar tujuan geopolitiknya sendiri, yang merugikan kerja bersama”.

Lavrov menuding Washington ingin “mendapatkan keuntungan” dari krisis dan konflik.

Menlu Rusia itu juga membidik kebijakan AS baru-baru ini di wilayah tersebut dengan mengatakan bahwa “penggunaan kekuatan militer dengan menghindari Dewan Keamanan PBB, penerapan sanksi-sanksi secara sepihak dan penggunaan hukum nasional di bekas wilayahnya, secara serius merusak otoritas hukum nasional.

Lavrov sebelumnya juga mengecam keputusan Trump dengan mengatakan: “Dua tahun lalu, sebuah kesepakatan dicapai mengenai program nuklir Iran dan disetujui oleh Dewan Keamanan PBB, seluruh dunia menyambutnya. Sekarang Washington menarik diri dari kesepakatan itu.”

“Keputusan AS mengenai Iran,” tambah Lavrov, “menunjukkan ketidakandalan mereka dan, karenanya, tidak ada alasan bagi Korea Utara untuk bernegosiasi dengan mereka [AS].”[NZ]