Masjid Hj.Sudalmiyah Rais Diharapkan Jadi “Pusat Ideologisasi Kemuhammadiyahan UMS”

SOLO, (Wartamuslimin..com) — Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Dr. Sofyan Anif menegaskan bahwa Masjid Hj.Sudalmiyah akan menjadi kunci ideologisasi kemuhammadiyahan di UMS. Masjid tersebut diharapkan tak hanya menjadi tempat sholat, melainkan juga menjadi pusat pembinaan al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Kita akan sinergiskan dengan tiga pesantren mahasiswa UMS, baik pondok Hj. Nuriyah Sobron, pondok KH Mas.Mansyur dan pondok internasional” ujarnya,  Ahad (03/12/2017) saat peresmian Masjid Kampus UMS yang baru itu.

Dr. Sofyan Anif mengungkapkan bahwa Masjid Hj.Sudalmiyah Rais dirancang oleh tim dosen dan tim mahasiswa Fakultas Teknik UMS yang terdiri dari tim dosen Program Studi Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Elektro.

Sementata itu, pelaksanaan pembangunan Masjid Kampus tersebut dilakukan oleh tim swakelola UMS.

“Nama Hj.Sudalmiyah Rais diambil sebagai penghargaan atas dedikasi dan jasa-jasa beliau sebagai salah satu perintis dan pendiri UMS, yang ketika itu bernama IKIP Muhammadiyah Surakarta Cabang Jakarta,” pungkasnya

Masjid Hj.Sudalmiyah Rais dibangun dengan tiga lantai. Lantai pertama semi basement untuk kantor dan tempat sholat. Lantai dua untuk tempat sholat jamaah putra dan lantai tiga untuk jamaah putri.

Total kapasitas Masjid Kampus UMS itu dapat menampung sekitar 2.300 jama’ah.

Masjid Hj. Suldamiyah Rais terletak di Kampus 2 UMS, dan dibangun diatas tanah seluas 6.842 meter persegi. Masjid ini dikelilingi fasilitas penting lainnya, yakni Gedung Pascasarjana, Gedung Perpustakaan Pusat UMS dan Fakultas Teknik,  sehingga Masjid ini mudah untuk diakses civitas akademika UMS.

Selain itu, arsitektur Masjid juga sarat dengan makna filosofis Persyarikatan Muhammadiyah.

“Masjid ini memiliki konsep terbuka di ketiga sisi tanpa pintu. Efek pencahayaan alami dengan kaca latri berbentuk 12 sinar yang bertulis lafaz Allah sebagai identitas Muhammadiyah,” tutur Sofyan Anif.

Konsep kekokohan dan ikatan untuk kemajuan juga tergambar dari desain lanskap Masjid Kampus UMS itu.

Desain lanskap Masjid ini juga memiliki dua pola yakni melingkar dan bersinar.  Pola melingkar dibentuk dari koridor tapal kuda, yang menggambarkan sistem ikatan yang kokoh antar semua elemen dan memberi makna Masjid sebagai pusat rujukan dan pergerakan.

Selain itu, pola bersinar pada taman di utama Masjid menggambarkan sifat gerakan muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan.

Rep : Arief S / Red : Tori Nuariza