200 Pelajar Islam Hadiri Deklarasi Pelajar Islam Surakarta

SOLO (Wartamuslimin.com) Sebanyak 200 pelajar Islam se-Surakarta melakukan aksi deklarasi Pelajar Islam  Surakarta. Malam deklarasi para pelajar Islam ini dihadiri oleh empat organisasi pelajar Islam se-Surakarta. Empat organisasi itu adalah Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ,Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Para pelajar Islam di Surakarta tersebut dalam deklarasinya menyoroti dampak modernisasi bagi kehidupan manusia khususnya kalangan pelajar Islam. Ada beberapa dampak negatif yang dikhawatirkan akan mengancam para generasi muda muslim. Pergaulan bebas, penggunaan narkoba , paham komunisme dan radikalisme dinilai sebagai ancaman bagai para pelajar Islam di Indonesia.

“Oleh karena itu, dampak negatif yang timbul sebagai akibat dari modernisasi khususnya di kalangan pelajar ialah menjadi kewajiban kita semua untuk mengatasinya,” kata Zaim Muhammad Tsaqif Abdinegara selaku deklarator Pelajar Islam Surakarta pada (28/10/2020).

Selain Zaim, ada tiga nama lain yang juga menjadi deklarator seperti Ilham Widya Pasha (Ketua PD IPM Surakarta), M. Faiz Asykarullah (Ketua PC IPNU Surakarta), Siti Al-Huda (Ketua PC IPPNU Surakarta). Para pelajar Islam tersebut dalam deklarasi nya yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhamamd SAW, menyepakati lima poin.

Dengan ini kami mendeklarasikan Gerakan Pelajar Islam Surakarta yang berkomitmen dan bertekad untuk:

1) Merawat dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan Pelajar Islam serta memperkuat nasionalisme, persatuan, kesatuan dan kebangsaan menuju masa depan Indonesia Maju.

2) Menguatkan falsafah Pancasila yang dijiwai Ketuhanan Yang Maha Esa serta melindungi dari ideologi yang bertentangan dengan ideologi NKRI.

3) Merawat dan memperkuat kembali prinsip-prinsip agama dalam berbangsa, beragama dan bermasyarakat.

4) Mencegah segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan segala bentuk perilaku pergaulan bebas serta bullying di kalangan pelajar.

5) Mencegah penyebaran hoax dan penggunaan isu SARA untuk kepentingan pilkada dan berbagai bentuk pemilihan pemimpin lainnya demi kenyamanan, ketentraman dan kedamaian di masyarakat.

Satukan Komitmen

Sekretaris Umum PD IPM Surakarta, Mira Nur Insyani mengungkapkan bahwa tujuan dari diadakannya deklarasi adalah mempersatukan komitmen para pelajar Islam di Surakarta. Komitmen untuk bersama-sama mengampanyekan berbagai isu terkait kehidupan pelajar seperti anti pergaulan bebas hingga anti bullying.

“Nantinya setelah deklarasi ini akan kita lanjutkan dengan kegiatan-kegiatan mulai seminar nanti kita juga buat aksi juga untuk menghilangkan yang namanya bullying juga hal-hal yang buruk di kalangan pelajar,” kata Mira dalam pernyataan singkatnya kepada redaksi Islamtoday.id pada (29/10/2020).

Mira menambahkan ke depan seiring dengan   berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Pelajar Islam Surakarta nantinya diharapkan  bisa menjadi inspirasi bagi pelajar Indonesia yang lain. Hal ini memberikan impact yang positif terhadap para  Pelajar Islam Surakarta , mereka bisa menjadi insan pelopor gerakan anti bullying, dan pergaulan bebas di kalangan pelajar.

Ia menjelaskan dengan deklarasi organisasi pelajar Islam tersebut diharapkan semakin banyak kebaikan yang bisa dilakukan secara bersama-sama. Salahsatunya membantu meringankan beban psikis pelajar akibat belajar online selama pandemi Covid-19.

“Kita mau punya peran untuk mendampingi temen-temen pelajar (meringankan beban psikis para pelajar akibat belajar online,” tutur Mira.

Sementara Ketua IPPNU, Sitti yang juga mahasiswi Paud di IAIN Surakarta menyebut bahwa bersatunya kalangan pelajar Islam tidak lepas dari keinginan untuk melawan stigma negatif terkait umat Islam di Solo. Banyak berita yang beredae jika Islam di Solo  kerap dikaitkan dengan isu-isu terorisme, Islam sebagai agama yang radikal. Islam adalah agama yang damai dan mencintai perdamaian.

“Apa yang ingin kita sampaikan bahwa Islam di Solo itu tidak seperti yang diberitakan. Islam itu agama yang damai bukan agama yang memecah belah umat Islam,” tutur Sitti saat ditemui di sela-sela acara pada Rabu (28/10/2020).

Acara deklarasi Pelajar Islam ini telah direncanakan sejak awal tahun 2020. Situasi pandemi Covid-19 menjadikan acara deklarasi diundur beberapa kali termasuk rencana di peringatan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus lalu.  Alhasil acara baru terselenggara pada momentum peringatan hari Sumpah Pemuda dan malam Maulud Nabi Muhamamd.

Hadir pada acara ini sejumlah tamu undangan seperti Muspida Kota Surakarta, DPRD Kota Surakarta. Sementara dari tingkat alumni turut hadir sejumlah tokoh dari kalangan PD Muhammadiyah Surakarta, PC NU Surakarta, dan Keluarga Besar PII Surakarta. (Kukuh Subekti)