JITU Tegaskan Jurnalis Harus Patuhi Kode Etik

JAKARTA, (Wartamuslimin.com) — Dewan Syuro Jurnalis Islam Bersatu (JITU) Ustadz Mahladi Murni menegaskan bahwa jurnalis muslim tidak mungkin membuat berita atau informasi bohong untuk masyarakat. Hal itu dikatakannya karena jurnalis muslim memiliki kode etik yang harus dipatuhi.

“Dia terikat dengan kode etik,” pungkasnya saat memberikan pa paranya dalam Diskusi Publik “War on Hoax” di Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq, Jalan Otista Raya No. 64, Cawang, Jakarta, Sabtu (10/03).

“Semua organisasi jurnalis, punya kode etik”, tutur Pemimpin Redaksi Media Hidayatullah itu, lebih lanjut Ia menuturkan, “Jurnalis Islam Bersatu (JITU) pun punya kode etik,” imbuhnya.

“Inilah yang mengikat jurnalis muslim. Jika dia bekerja tidak sesuai kode etik, maka dia akan dikenakan sanksi,” tandas Ustadz Mahladi Murni.

Ia mengungkapkan sejumlah kode etik yang menjadi pedoman dalam memproduksi sebuah berita yang disajikan kepada masyarakat.

“Dalam kode etik ke-4 wartawan muslim tak diperkenankan mempublikasi berita bohong” ujarnya.

Bahkan bukan hanya itu, wartawan muslim harus melakukan konfirmasi jika mempublikasi kepentingan umum, harkat dan martabat umat Islam dan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ustadz Mahladi Murni menambahkan, “jika wartawan khilaf dengan menuliskan berita bohong, maka berlaku baginya kode etik nomor tujuh.”

“Wartawan muslim harus mengupayakan media tempat dia bekerja untuk mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang tidak akurat disertai permintaan maaf kepada pihak-pihak yang mengajukan keberatan-keberatan tersebut,” terangnya.

Dikatakan Ustadz Mahladi lebih lanjut, begitu bahayanya hoax, JITU memberikan porsi lebih dalam kode etiknya dengan tiga poin aturan yang membahas tentangnya.

“Hoax bahaya, makanya kita buat tiga aturan tentang hoax.” paparnya.[NZ]